Gula Aren: History, Manfaat & Perbedaan dengan gula jawa yang perlu Anda tahu

Belakangan ini ramai terdengar nama gula aren, khususnya bagi pecinta kopi susu kekinian. Gula aren menjadi bahan pendukung yang membuat rasa kopi semakin nikmat. Kenikmatan yang dihasilkan dari manisnya gula aren, berbeda dengan penggunaan pemanis berbahan gula pasir rafinasi, gula jawa, atau bahkan gula-gula sintetis yang tidak sehat. Gula aren selain harum aromanya, juga menjadi ikon pada kopi premium yang sering kita jumpai di berbagai kedai kopi di perkotaan.

Beda gula aren dengan gula jawa

Sumber gambar: Republika.id

Kita sering melihat gula berwarna kecoklatan di pasar-pasar, di tukang sayur, hingga di toko modern. Namun apakah Anda mengetahui perbedaan dari keduanya?

Rupanya ada gula jawa, yang warnanya sama-sama merah kecoklatan seperti gula aren. Jika Anda tidak jeli membedakannya. Anda bisa salah membeli. Tentu Anda tidak mau mengorbankan rasa. Perbedaan gula aren dan gula jawa, terletak pada bahan pembuatnya.

Gula jawa terbuat dari nira pohon kelapa. Biasanya terdapat tekstur seperti ada ampas kelapa yang masih tertinggal pada bagian gula jawa yang menyatu dan sudah mengeras. Kecuali jika gula jawa berbentuk serbuk, sulit dilihat bedanya. Sementara gula aren, ciri utamanya terlihat dari aromanya yang khas dan harum. Anda harus terbiasa melatih mencium aroma gula aren agar tidak salah menebak. Gula aren terbuat dari nila pohon aren (enau) dan terlihat lembut teksturnya, kering, tidak mengkilap. Dari segi harga, gula aren juga lebih mahal ketimbang gula jawa.

Kandungan gula aren

Menurut Alodokter, kandungan gula aren lebih sehat ketimbang gula pasir. Berikut ini tabel perbedaannya.

Dari berbagai kandungan yang terdapat pada 100 gram gula aren. Beberapa manfaat yang bisa didapatkan seperti: Menjadi sumber energi, mendukung kesehatan tulang, menangkal radikal bebas, dan bisa menurunkan tekanan darah.

The Story of Gula Aren in my Village: Dari memanen nira pohon aren, hingga mengaduk-aduk diatas kuali.


Di daerah tempat tinggal sewaktu kecil saya dulu, kakek saya merupakan petani dan pembuat gula aren. Beliau membuat sendiri gula aren dirumah, juga memiliki beberapa pohon aren, pohon yang juga menghasilkan kolang-kaling. Saya terkadang meminta nira gula aren (di daerah saya dinamai: badheg) yang masih segar, sehabis dipanen dari pohon aren. Rasanya luar biasa enak, hampir-hampir lebih enak dari madu. Manis, khas seperti aroma tuak, tetapi nggak memabukkan.


Sumber gambar: Floresa.co

Biasanya nira gula aren itu dideres (diunduh) menggunakan bambu besar, yang sudah didesain sedemikian rupa, panjangnya kira-kira dua lengan orang dewasa, wadah bambu itu diletakkan pada batang pohon aren pagi hari, lalu diambil saat siang setelah penuh. Dan biasanya sudah bisa penuh. Nira itu dibawa pulang, dan diletakkan di rumah, saat jumlahnya sudah mencukupi untuk dibuat gula aren. Nira-nira dalam wadah bambu itu dituang ke dalam panci besar, yang terbuat dari almunium merah (kuali). Dimasak, diaduk hingga membentuk gumpalan, mengeras, dan lama-lama akan menjadi karamel berwarna merah, dan aromanya berangsur-angsur menjadi harum.

Setelah lengket, dari cair menjadi pekat. Nira segar dari pohon aren telah berubah menjadi gula aren itu, dituang ke dalam cetakan dari batok buah kelapa. Berukuran setengah terbuka. Kakek saya memiliki sekitar selusin batok, jadi saat memproduksi gula aren, memang tidak bisa banyak-banyak. Namun bisa dibilang hampir sering membuat setiap harinya. Ketika nanti gula aren itu sudah mengeras, dan mulai dingin. Gula itu dibalik, hingga terjatuh, dan lepas dari batok kelapa. Kemudian, gula-gula aren segar itu dibungkus menggunakan daun pisang yang sudah kering. Lalu disimpan, atau dijual di pasar.

Ref:

Cerita pribadi
https://www.royco.co.id/royco-artikel/tips-dan-trik/ini-perbedaan-gula-aren-dan-gula-jawa.html
https://floresa.co/reportase/peristiwa/3500/2014/11/21/enau-kaya-manfaat-tapi-belum-dibudi-daya
https://www.republika.id/posts/5403/gula-aren-masyarakat-badui-dan-ekonomi-kerakyatan




Posting Komentar

0 Komentar